5 Alasan Bayern Munchen Terlalu Tangguh Bagi Lyon, Bisa Pesta Gol Lagi!

5 Alasan Bayern Munchen Terlalu Tangguh Bagi Lyon, Bisa Pesta Gol Lagi!

Gilabola.com – Bayern Munchen kini hanya memiliki dua laga lagi untuk memenangi treble kedua dalam sejarah, dimulai dengan meladeni perlawanan Olympique Lyon pada semi final Liga Champions sebelum, jika lolos, menghadapi PSG di final.

Di atas kertas, tentu saja sang raksasa Bavaria merupakan unggulan besar atas wakil Ligue 1 itu pada babak empat besar ini dan berikut 5 alasan mengapa mereka bahkan mungkin akan menang besar lagi pada semi final ini.

1. Rekor 100 Persen di Liga Champions

Perjalanan Bayern Munchen ke semifinal benar-benar luar biasa, memenangi semua sembilan laga mereka sebelumnya sejak fase gugur, mencetak total 39 gol dan hanya kebobolan 8 gol. Fantastis!

Sementara secara keseluruhan, mereka telah menjalani 24 pertandingan kompetisi di sepanjang tahun 2020 ini tanpa sekalipun kalah. Atau jika dihitung dari akhir tahun 2019, mereka sudah 28 laga tak terkalahkan, menang 27 kali, 12 kali clean sheet, dan hanya sekali gagal mencetak gol dalam laga imbang tanpa gol melawan RB Leipzig.

Berita Bola Terbaru:
David de Gea Kembali Tertekan, Manchester United Sodorkan Ini pada Kiper Mudanya
Juventus, Roma Bertemu di London, Bahas Pertukaran 7 Pemain
Napoli Tunggu Lamaran Manchester United Untuk Bek 1,6 Trilyun
Bikin Kaget, Man Utd Mau Borong Empat Pemain Buangan Barcelona

2. Robert Lewangoalski

Tambahan satu golnya ke gawang Barcelona makin memantapkan Robert Lewandowski sebagai top skor Liga Champions musim ini dengan 14 gol, dan total sudah mengemas 54 gol hanya dalam 45 laga!

Tak hanya itu, sumbangan satu gol melawan raksasa Catalonia itu juga menjadikannya pemain yang mencetak 50 gol untuk satu klub di ajang Liga Champions untuk satu klub, membukukannya hanya dalam 60 laga. Hanya Cristiano Ronaldo yang lebih cepat dengan 50 gol dalam 50 laga.

3. Skuad Kelas Dunia

Nyaris sulit menemukan celah kelemahan pada skuad Bayern Munchen saat ini. Selain Robert Lewandowski di lini depan, barisan gelandang serang sangat luar biasa produktif, dengan Thomas Mueller dan Serge Gnabry sama-sama mencetak dua digit gol dan assist, masing-masing 14 gol 26 assist dan 21 gol 14 assist di berbagai kompetisi.

Baca:  Rekor Barcelona, Ronaldo Dalam Ancaman Dipecahkan Bayern Munchen

Di lini belakang, Alphonso Davies semakin menegaskan dirinya sebagai bek kiri terbaik dunia saat menghancurkan Nelson Semedo pada perempat final, melengkapi bek kanan terbaik dunia Joshua Kimmich yang sudah mencetak 7 gol dan 14 assist musim ini. Jangan lupakan juga kemitraan lini tengah Thiago Alcantara dan Leon Goretzka yang menjadikan mereka sebagai tim dengan penguasaan bola terbaik di dunia.

4. Sejarah Memihak Bayern Munchen

Lyon pernah menguasai Liga Prancis dan memenangkan tujuh gelar liga berturut-turut antara 2002 hingga 2008. Selama dekade itulah mereka memiliki beberapa pertemuan sengit melawan Bayern di Liga Champions.

Hasilnya dalam enam pertemuan, juara Jerman itu hanya kalah sekali, imbang dua kali, dan menang tiga kali, dengan ketiga kemenangan beruntun itu tercipta pada tiga pertemuan terakhirnya. Sementara kini Bayern berada dalam performa terbaik dan Lyon terseok-seok di Ligue 1, yang tentu saja sulit berharap banyak pasukan Rudi Garcia bisa melanjutkan kejutan mereka di sini.

5. Sentuhan Hansi Flick

Harus diakui bahwa di balik performa luar biasa Bayern Munchen saat ini, manajer mereka Hansi Flick punya peran yang sangat besar, memenangkan 31 dari 34 pertandingan kompetitif, mencetak 112 gol dan hanya kebobolan 26 gol! Tingkat kemenangan manajer dengan nama lengkap Hans-Dieter Flick itu di liga sebesar 88 persen juga yang terbaik dari semua pelatih Bayern dalam sejarah Bundesliga (rata-rata 2,76 poin per laga), yang unggul dari tim treble winners Jupp Heynckes musim 2012/2013 (rata-rata 2,65 poin per laga).

Tim Bayern ini juga mencetak rata-rata lebih banyak gol per pertandingan (3,3 gol) daripada skuad pemenang treble sebelum ini (2,80), sementara mereka juga berpeluang memenangkan treble winners musim ini.

Hans-Dieter Flick yang sudah berusia 55 tahun itu telah berhasil mendapatkan yang terbaik dari setiap pemain dan menyatukannya ke dalam satu kesatuan tim yang solid. Salah satunya bagaimana dia mengembalikan Thomas Mueller yang terpinggirkan menjadi playmaker terbaik dunia saat ini yang membuatnya memecahkan rekor 21 assist di Bundesliga.

Sumber: 5 Alasan Bayern Munchen Terlalu Tangguh Bagi Lyon, Bisa Pesta Gol Lagi!
Berita Bola
Video Berita Bola
Video Cerita Bola